Kaos Arema | Toko Online Kaos Aremania Indonesia & Merchandise Store

visa mastercard paypal mandiri mastercard

Arema(1) : (0) Pelita Jaya 2010-11-04

Kickoff Arema vs Pelita Jaya dimulai pukul 15.30 waktu kanjuruhan Malang, Arema memulai dengan menerapkan permainan yang cepat dan segera memberi kejutan pada barisan pertahanan Pelita.

Kickoff Arema vs Pelita Jaya dimulai pukul 15.30 waktu kanjuruhan Malang, Arema memulai dengan menerapkan permainan yang cepat dan segera memberi kejutan pada barisan pertahanan Pelita. Sepuluh menit pertama pertandingan sudah cukup memanas di atas lapangan yang masih basah terguyur hujan. terdapat beberapa kali peluang Arema untuk bisa menusuk ke dalam jantung pertahanan, namn cukup sulit menembus barisan pemain-pemain muda dari Pelita yang sore ini bermain dengan disiplin.

Pada menit 18, melalui sodoran trobosan yang bagus kepada Esteban dengan cepat mendekati sisi kiri gawang Pelita menyebabkan pemain terakhir cukup panik sehingga dengan terpaksa harus menjatuhkan Esteban dengan melakukan pelangggaran dalam kotak 16. Peluit wasit menunjuk kotak putih... Penalti...!

Pelanggaran yang terjadi dalam kotak 16 Pelita terhadap Esteban memang cukup telak dan pantas diberikan hadiah penalti, sehingga wasit tanpa berpikir ulang menunjuk titik putih. Namun pertandingan yang berjalan dengan atsmosfir cukup bagus harus ternoda, pemain Pelita Jaya sempat mengancam mogok main karena tidak puas dengan keputusan wasit.

Para publik Aremania yang telah datang ke stadion untuk mendukung tim pujaannya dalam laga home terakhir ini sebelum jeda kompetisi hingga 2 bulan lagi, sempat merasa tidak puas dan memberikan umpatan kepada tim Pelita. Kondisi animo stadion sore ini cukup besar, hampir seluruh tribun dipenuhi dengan Aremania memaksa pihak keamanan harus bertindak ekstra jika ketidakpuasan para penonton dapat mengarah ke dalam situasi yang tidak kondusif. Tapi, para publik suporter Aremania yang sudah cukup dewasa menyikapinya dengan tidak sampai terjadi perilaku yang berujung pada anarkis. Hanya berupa cercaan terhadap pemain tim Pelita yang tidak bersikap fair play dengan melakukan mogok main karena tidak terima dengan keputusan wasit.

Setelah melakukan negoisasi dengan panpel dan manajer dari Pelita, mereka bersedia melanjutkan permainan yang telah tertunda kurang lebih 9 menit. Pertandingan pun dilanjutkan, dengan tendangan penalti oleh Arema yang diambil oleh Njanka. Berbekal ketenangan dan pengalaman yang bagus, tak sulit bagi Njanka untuk mengirimkan si kulit bundar ke dalam jaring gawang Pelita.. 1-0 untuk Arema Indonesia.

Selanjutnya pertandingan berjalan dengan cukup keras. Atsmosfir pertandingan yang sangat keras memakasa permainan Arema lebih menggunakan umpan terobosan langsung kepada barisan depan Arema. Barisan belakang Pelita yang sangat disiplin dalam melakukan zona marking ataupun man marking, cukup merepotkan Esteban dan Bustomi untuk mengembangkan permainan dari lapangan tengah melalui umpan pendek satu dua yang biasanya menjadi ciri khas permainan Arema dengan sayap cepatnya melalui Ridwan.

Aliran bola dari lini belakang Arema lebih sering melalui bola-bola panjang yang memberikan umpan langsung jarak jauh menuju lini depan Arema. Hal ini tentu saja menyebabkan barisan depan Arema harus sering berjibaku berebut bola. Pertandingan pun berjalan datar, seringnya terjadi pelanggaran dan ketidak tegasan wasit dalam memberikan keputusan-keputusan menyebabkan pertandingan berjalan lebih ke arah tidak terkendali. Keras menjurus kasar, terhitung beberapa pemain dari kedua kubu pun tumbang dan tidak terproteksi dengan baik dalam menjalankan sepak bola. Hingga babak pertama berakhir tidak ada perubahan cukup berarti dan skor sementara berakhir 1-0.

Babak ke-dua

Arema memulai dengan melakukan pergantian, Along keluar digantikan oleh Yongki dengan harapan lebih menambah daya gedor melalui serangan yang diharapkan mengalir lebih cepat. Lagi-lagi terjadi penurunan, Arema bermain tanpa kolektivitas yang baik. Banyak peluang-peluang hilang begitu saja karena tingginya penerapan individualisme oleh pemain Arema. Arema kehilangan kolektivitas dan posession ball yang menjadi keunggulannya selama ini. Hal ini menyebabkan Pelita Jaya lebih banyak menyerang dan membuat peluang. terhitung ada beberapa peluang bagi Pelita Jaya, namun masih belum bisa mencapai jala gawang Kurnia Meiga.

Masuknya Yongki belum memberi banyak arti, Pelita sangant disiplin dan bagus dalam mengelola pertahanan mereka. Hingga peluit babak kedua berakhir, kedudukan masih tetap tidak berubah. 1-0 untuk kemenangan Arema Indonesia.

Dalam sesi jumpa pers pelatih Pelita Jaya Lalu Mara, mengatakan memang cukup berat bagi timnya untuk menerima keputusan wasit yang memeberikan hukuman penalti kepada mereka. Namun, ia menegaskan tidak ada sedikitpun niatan untuk mogok main atau walk out. Hanya perlu beberapa waktu, untuk bisa menenangkan emosional para pemain-pemainnya yang memang notabene masih berumur cukup muda. Dia juga mengucapkan selamat kepada pelatih Arema, Miroslav Janu yang telah membawa timnya memenangkan pertandingan pada sore ini. Kinerja wasit yang menurut penilaiannya pada pertandingan ini tidak cukup bagus, akan ia laporkan pada BLI demi kemajuan sepakbola Indonesia ke depan.

Di lain pihak Pelatih Arema mengakui bahwa di babak kedua anak asuhnya memang bermain cukup jelek. “Saya tak bisa berkomentar apa-apa menanggapi anak-anak di babak kedua. Yang jelas tak sesuai dengan apa yang saya inginkan,” ujarnya.

(wearemania.net)


Home Home

Troli  

(kosong)

Testimoni Pelanggan

Sandal Roman Camelonya keren dan unik...sudah diterima dengan baik.


Wahyu - Aremania Kaltim

Blog Arema Indonesia

Arema sikat Persiwa 4 - 0 (2011-02-10)

Kali ini Arema Indonesia turun dengan komposisi terbaiknya minus Esteban "Guillotine" Guillen yang akumulasi kartu kuning.

Arema Tumbangkan Persipura Jayapura (2011-02-06)

AremaPermainan ovensif ditunjukkan kedua kesebalasan saat tuan rumah Arema Indonesia menjamu tamunya Persipura Jayapura, Minggu (6/2/2011) malam di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Lihat daftar blog