Permainan ovensif ditunjukkan kedua kesebalasan saat tuan rumah Arema Indonesia menjamu tamunya Persipura Jayapura, Minggu (6/2/2011) malam di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Dalam laga lanjuta Indonesia Super League (ISL) musim ini, permainan menyerang ditunjukkan tuan rumah Arema.
Di hadapan 30.000 lebih supporter Aremania, permainan ciamik ditunjukkan anak asuh Miroslav Janu. Hasilnya, saat peluit babak pertama ditiup, Arema nyaris menggetarkan gawang Persipura yang dijaga Yoo Jae Dhon. Tendangan keras dari luar kotak penalti Roman Chamelo, masih tipis di sisi kiri jala anak-anak Mutiara Hitam.
Satu menit berselang, ganti para pemain Persipura yang mulai berani keluar menyerang. Dipandegani gelandang serang ciamik Zah Rahan, sentuhan satu duanya dengan Yustinus Pae dimenti ke 4, membuat repot pertahanan Arema yang dikawal Zulkfli Syukur dan kawan-kawan.
Beruntung umpan satu dua Yustinus Pae dengan striker haus gol Boaz Salossa masih tertahan di kaki para pemain belakang Singo Edan. Jual beli serangan terus terjadi. Di menit ke 6, striker mungil Arema nyaris membuat seluruh penonton di Stadion Kanjuruhan bersorak. Sundulannya masih mengenai mistar gawang saat umpan lambung dari M Ridhuan, bisa dijangkauannya.
Namun, Persipura nyaris membungkam suporter tuan rumah andai saja blunder yang dilakukan Kurnia Meiga berbuah gol. Ya, tangkapan Meiga di depan gawang nyaris dicocor pemain Persipura pada menit ke 11.
Blunder juga dilakukan stoper berambut kuncir, Bio Paulin. Tendangan pojok Arema Indonesia, nyaris dihalau Paulin dengan tendangan yang mengarah ke mulut gawang. Beruntung tendangannya masih melambung di atas mistar gawang pada menit ke 13.
Sampai pertengan menit ke 15 babak pertama, belum satu gol pun yang tercipta. Wasit Oka Dwi Putra terpaksa memberikan kartu kuning pada pemain tengah Arema, Esteban Guillen. Esteban diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap satu pemain depan Persipura pada menit ke 21.
Tak patah arang dalam melakukan kombinasi serangan, delapan menit kemudian Esteban nyaris menggetarkan jala anak asuh Jacksen F Tiago. Tendangan keras Esteban memanfaatkan tendangan bebas meluncur deras disisi kiri gawang Yoo Jae Dhon.
Pertandingan sempat terhenti beberapa menit pada menit ke 30. Masalahnya, satu pemain Arema yakni Noh Alam Syah dituding para pemain Persipura sengaja mendorong bola dengan tangan saat tendangan keras Esteban terjadi.
Protes dari official dan pelatih Persipura sempat menahan jalannya pertandingan beberapa saat. Namun, pertandingan akhirnya tetap dilanjutkan.
Di menit 34 kemelut di depan gawang Persipura nyaris membuahkan gol. Bola yang mengarah ke kaki Esteban Guilen memanfaatkan tendangan bebas di luar kotak penalti dari Roman, gagal dimanfaatkan Esteban. Bola yang sempat luput dari tendangan pemain belakang Persipura itu, hanya melambung di atas mistar gawang.
Keasyikan menyerang membuat anak-anak Singo Edan lupa akan lini pertahanannya. Hasilnya, gelandang serang yang punya skill mumpuni Zah Rahan, nyaris menjaringkan sebiji gol. Dengan solo run, dia mampu mengecoh para pemain belakang Arema. Beruntung, bola yang lepas dari kaki Zah Rahan, akhirnya dicocor pemain belakang Arema dan hanya menghasilkan tendangan sudut tanpa membuahkan gol.
Hingga peluit babak pertama berakhir, Arema Indonesia tak mampu menyarangkan sebiji gol. Meski Miroslav Janu menurunkan tiga pemain depan sekaligus yakni M Ridhuan, TA Musafri dan Noh Alam Syah untuk merobek gawang Persipura, kokohnya pertahanan tim berjuluk mutiara hitam yang dikawal Hamka Hamzah dan kawan-kawan tersebut begitu sulit ditembus pasukan Singo Edan.
Memasuki awal babak kedua, inisiatif serangan nampaknya mulai dibangun oleh anak asuh Jacksen F Tiago. Menarik keluar Boas Salossa dan memasukkan Lucas Mandowen, permainan Persipura mulai berkembang.Lewat gelandang serang Zah Rahan Kranggar, para pemain belakang Arema dibuat kerepotan. Hasilnya, saat babak kedua baru berjalan empat menit, sudah dua kali aksi brillian mantan pemain Sriwijaya FC dan Persekabpas Pasuruan itu menyulitkan pertahanan Arema.
Beruntung solo run Zah Rahan bisa dimentahkan para pemain belakang Arema yang dikawal Zulkifli Syukur dan kawan-kawan. Namun, serangan demi serangan para pemain Persipura yang dibangun lewat sayap kiri kipper Achmad Kurniawan, membuat permainan Arema terlihat rapuh. Wasit bahkan harus memberi kartu kuning pada Waluyo akibat melanggar salah satu pemain Persipura.
Hingga menit ke 57, lagi-lagi Zah Rahan menjadi motor serangan bagi Tim Mutiara Hitam. Aksi individunya yang berlari dari sayap kanan, selalu gagal dihentikan para pemain belakang Arema. Bahkan, umpan silang Zah Rahan dimenit itu, nyaris dimanfaatkan cukup bagus oleh Lucas. Sayang, sundulannya masih lemah dan bisa ditangkap Achmad Kurniawan.
Hanya saja, dianggap mengulur-ngulur waktu saat mendapatkan tendangan pojok, Zah Rahan harus dikartu kuning oleh wasit Oki Dwi Putra asal Bandung pada menit 66 saat hendak mengambil tendangan penjuru.
Mendapat tekanan tanpa henti, Coach Arema Indonesia, Miroslav Janu akhirnya menarik keluar TA Musafry pada menit 71. Mantan tukang gedor Persiba Balikpapan itu digantikan Amirudin.
Hadirnya Amirudin membuat permainan Singo Edan sedikit hidup. Namun, kokohnya pertahanan Persipura yang dijaga Pemain Timnas Hamkah Hamzah, membuat para penyerang Arema kesulitan menembus benteng terakhir Persipura. Ditambah ciamiknya penampilan penjaga gawang Yoo Jae Hoon, membuat serangan demi serangan yang dibangun Arema melalui tengah dan sayap tak juga membuahkan hasil.
Sampai menit 76, kedua kesebelasan masih tetap bermain ovensif. Bahkan, meski menyandang predikat tim tamu, kecepatan para pemain Persipura melalui para pemain tengah dan kedua sayapnya, sangat merepotkan pertahanan Singo Edan. Dua menit berselang kapten Tim Arema Noh Alam Syah terpaksa harus ditandu keluar lapangan akibat cedera. Along sapaan akrabnya, digantikan Sunarto pemain tengah muda usia.
Suntikan nafas baru Arema itu tak juga membuahkan hasil. Keberanian para pemain Persipura dalam memainkan bola dikotak penalti Arema, menandakan anak asuh Miroslav Janu sedikit kedodoran. Dengan enjoy, liukan Zah Rahan Kranggar membuat jantung pertahanan Singo Edan seperti diobrak-abrik. Hanya saja, sama seperti tuan rumah, pelung demi peluang yang dimiliki Luis Kabes dan kawan-kawan belum juga membuahkan hasil.
Lima menit jelang pertandingan berakhir, gerimis sempat mengguyur Stadion Kanjuruhan. Kedudukan tanpa gol, membuat tempo permainan meninggi. Para pemain saling berjibaku dan harus ditandu keluar lapangan karena tempo pertandingan makin sengit. Sorak-sorai 30.000 lebih Aremania yang datang ke Stadion, tak juga membuahkan hasil maksimal bagi tuan rumah Arema Indonesia.
Tepat dimenit 87 Janu sempat menarik keluar Beni Wahyudi. Berharap bisa mencuri satu gol lewat hadirnya Juan Revi, alur serangan masih berputar-putar pada tengah lapangan. Seisi Stadion Kanjuruhan akhirnya bergemuruh manakala menit ke 88, pemain anyar yang baru masuk menggantik Along yakni Sunarto, merobek jala Persipura. Gol tercipta berkat tusukan Amirudin yang mendribel bola sampai ke kotak penalti.
Pemain belakang Persipura yang kalah dalam perebutan bola, membuat Amirudin melakukan tendangan kaki kanan. Tepisan bola penjaga gawang Yoo Jae Hoon akhirnya disambut tendangan keras Sunarto dan merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Singo Edan. Hingga peluit babak kedua berakhir, skor tetap tak berubah dan membuat Arema Indonesia, meraih angka tiga poin. beritajatim
Produk Kosong
Ongkos Kirim
Rp. 0
Total
Rp. 0
Harga tanpa pajak
Kaos pesanan dah diterima & langsung dipake, keren & beda dari yang lain. Recomended seller.
Fredy - Makasar
Kali ini Arema Indonesia turun dengan komposisi terbaiknya minus Esteban "Guillotine" Guillen yang akumulasi kartu kuning.
Permainan ovensif ditunjukkan kedua kesebalasan saat tuan rumah Arema Indonesia menjamu tamunya Persipura Jayapura, Minggu (6/2/2011) malam di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.